Umar bin khattab.
Assalamualikum wr.wb
Holla epribodeh..back again sama kokop markokop
Today gw mo sharing bout umar bin khattab di filmnya.
So cekidot
Siapa yang tak kenal dengan khalifah yang satu ini? Ilmu kepempinan yang sangat luar biasa bijaknya, dan ilmu ekonomi yang sangat luar biasa lihainya. Sampai sampai ada salah satu kitab, yang disusun oleh Dr. Jaribah yang menjelaskan tentang “Fiqih Ekonomi Umar”. Luar biasa!
Banyak orang yang tahu tentang khalifah yang satu ini. Umar bin Khattab. Sayangnya, hanya sebatas tahu, tanpa mengenalnya, sehingga tak bisa meniru nilai nilai luhur yang beliau miliki.
Apa kamu sudah pernah membaca kisah lengkapnya? Apa kamu sudah menonton filmnya? Jika memang malas untuk membaca, coba deh nonton filmnya.. selalu ada kemudahan kok bagi yang mau bergerak, bagi yang mau cari ilmu. Bukan cari Alasan!
Di liburan akhir tahun kali ini, Kampus Bisnis Umar Usman memerikan tugas kepada seluruh mahasiswanya untuk menonton film Umar ini, dan sekaligus menulis resume dari film itu tentunya. Dan inilah salah satu resume yang bisa kamu dapatkan dari tulisan saya. Semoga bermanfaat ya..
Film umar bin khattab itu banyak versinya, tapi In Syaa Allah semuanya bagus. Kalau saya sendiri, nonton di link ini, boleh kamu nonton disini juga. Saya saranin betul…
https://dewamovie21.com/tv/omar/
film umar bin khattab ini ada 30 episode, setiap episodenya kurang lebih berdurasi 45 menit. Siapin jajanan kalau mau nonton, biar enak. Hehehe.
banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari film umar ini, beberapa akan saya tuliskan di tulisan ini. Siap nyimak?
Oke. Umar bin Khattab ketika muda adalah seorang yang berbadan kuat, meskipun tak bergitu kekar tapi ia mampu menjatuhkan lawannya yang lebih besar dari dirinya. Jagoan!
Dari muda, Umar sebetulnya sudah mempunyai sifat yang bijaksana, dan kebijaksanaan ini mulai muncul ketika ia menggembala Unta, dengan menggembala unta ini, ia bisa bertafakur lebih dalam. Lebih memahami orang lain, bahkan untanya sendiri.
Tak jauh seperti para Nabi, bagaimana beliau mendapatkan kebijaksanaan yang luar biasa? Ya salah satunya itu, setelah beliau-beliau itu menggembala, menggembala kambing, seperti Rasulullah.
Sepertinya kegiatan menggembala ini dampaknya bagus sekali ya.. apa di sekolahan harus diadakan mata pelajaran baru? Mata pelajaran “Menggembala Kambing”. Heheheh. Setuju gak???
Ok, kita lanjutkan mengenai Umar bin Khattab ini. Ketika muda, ia paham betul mengenai kepemimpinan ini, dari yang ia amati dari untanya sendiri, yang kemudian di aplikasikan kepada kehidupan. Ia berkata.
“Hidup mereka tak akan berkembang sampai mereka punya pemimpin yang mengurus urusan mereka.”
Kebijaksanaan sudah muncul dari dirinya semenjak ia muda. Sangat berbeda sekali dengan anak muda yang seumuran dengannya, yang lebih suka menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, bahkan berjudi. Tapi ia lebih suka bergaul dengan para petinggi. Sehingga pikirannya lebih bijaksana disbanding anak muda seusianya.
Suatu saat, beliau ini memutuskan untuk berdagang, karena Quraisy ini terkenal para pedagang, pebisnis. Ketika berdagang, beliau ini betul betul sangat menjaga kejujuran. Dia tak mau ada kebohongan, meskipun diiming-imingi keuntungan. Dia lebih memilih untuk bertahan dalam kejujuran, apapun resikonya. Luar biasa!
Ketika Rasulullah baru diutus menjadi Rasul, Umar ini adalah penentang paling kuat, yang mana ia juga tergabung dengan organisasi para petinggi Quraisy, yang bekerja sama untuk menjatuhkan Rasulullah, bahkan berniat untuk membunuhnya.
Meskipun Umar adalah paling muda di organinasi Quraisy, tapi ia sangat bijaksana, gimana enggak, setiap ia bicara semuanya diam, dan selalu didengarkan. Keren kan? Sedangkan kita kalau ngomong depan orang tua gimana? Paling juga dibilang “Yaelah, anak kecil diem aja, tau apa sih..” hehehe.
Seorang Umar ini tak pernah ragu dalam mengungkapkan argumentasinya, meskipun itu bersebrangan dengan pamannya sendiri, tapi ia tak gentar. Karena disini ia mencari hal benar, bukan siapa yang benar.
Semakin hari, Umar semakin disegani, setiap argumentasinya begitu tegas dan selalu disetujui. Sampai sampai pada akhirnya ia memutuskan kebijakan terbarunya, yaitu “Menyiksa orang yang masuk islam” dan itu dimulai dari keluarga setiap Quraisy ini, mau itu keluarganya, mau itu budaknya, maka siksaan akan diberlakukan. Kejam!
Penyiksaan ini terus berlanjut, sampai sampai ada lapangan khusus untuk penyiksaan orang yang masuk islam, dan setiap penyiksaan, selalu ramai orang quraisy menontonnya.
Bilal bin Rabbah, seorang budak dari Umayyah bin Khallaf. Suatu saat, Bilal bin Rabbah ini diperintahkan untuk bertanding gulat melawan Wahsyi, budaknya Abu Jahal yang sangat kekar dan kuat. Awalnya Bilal menolak, tapi apalah daya jika ini perintah Umayyah, tuannya.
Ketika bertanding, Bilal begitu lemah, belum lama bertanding sudah kalah, hingga Wahsyi sudah siap untuk membunuhnya, dengan tombaknya, wahsyi mengarahkan tombaknya ke arah kepalanya Bilal yang sudah terjatuh di tanah. Dan akhirnya, Wahsyi melemparkan tombaknya jauh ke luar arena.. Bilal masih selamat oleh kebaikan hati Wahsyi.
Di kekalahan itu, Umayyah protes kepada Bilal. Lantas, apakah yang dikatakan Bilal? Katanya.
“Tidak normal dalam kehidupan jika semuanya sempurna. Jika begitu, orang tidak akan membutuhkan orang lain.”
Meskipun seorang budak, tapi ia mempunyai pemikiran yang bijak.
Tanpa diketahui Umayyah, Bilal ini masuk islam. Hingga ketika Umayyah mau berburu, dan Bilal belum datang ke tempat tuannya, Umayyah pun mencarinya ke tempat istirahatnya, dan ketika ia mendekati tempatnya Bilal, apa yang di dapatinya begitu membuat dia marang, seorang Bilal yang sedang melaksanakan ibadah shalat dan sedang berdo’a. Tentu Umayyah selaku pemuka Quraisy langsung naik pitam.
Bilal pun tak luput dari siksaan yang telah Umar tetapkan. Bahkan, Bilal ketika ingin disiksa, diumumkan dulu kepada para masyarakat Quraisy, karena Bilal itu budaknya Umayyah, pemuka Quraisy.
Tentu Umayyah tidak semena-mena langsung menyiksanya, dia menawarkan Bilal untuk Kafir, kembali ke agamanya yang dulu. Dan jika tidak, tentu Umayyah akan benar benar menyiksanya dengan sangat pedih. Tapi Bilal tak mau, begini kata Bilal.
“Jika Tuhanku mengujiku dengan siksaan yang akan kau berikan, sehingga aku bisa membuktikan keyakinanku yang sebenarnya, aku akan bersabar dengan cara yang belum pernah dilihat bangsa Arab. Siksaan yang akan kau berikan tidak ada artinya dibandingkan dengan siksaan yang mungkin akan Allah berikan padamu.”
Dan apa yang terjadi? Seorang Bilal yang mudah dikalahkan oleh Wahsyi, apakah mudah dikalahkan pula oleh siksaan Umayyah?
Sangat luar biasa sekali! Seorang Bilal bin Rabbah yang mudah dikalahkan oleh Wahsyi tapi begitu kuat ketika disiksa oleh Umayyah, malahan yang terlihat tersiksa justru Umayyah, sampai Umayyah begitu keheranan, hingga ia bilang “tak tau apa yang telah merasukinya, dulu dia mudah sekali dikalahkan oleh Wahsyi, tapi sekarang begitu kuat.”
Luar biasa! Ketika iman telah tertancap di hati seorang muslim, bahkan kekuatannya pun tak disangka-sangka bahkan tak terhingga. Tentunya Allah yang telah menguatkannya ketika ia sangat tawakal kepada Allah. Benar benar mengagumkan!
Ketika mulai banyak orang orang yang masuk islam, Umar begitu naik pitam, hingga dia pulang ke rumahnya dan mengambil pedangnya untuk membunuh Rasulullah. Dengan pedang terhunus, ia pergi menuju Daarul Arqam, tempat dimana Rasulullah dan para sahabatnya biasa berkumpul.
Melihat mukanya yang bringas, mukanya yang nanar, orang sudah menyangka dan mengerti, ini akan terjadi pembunuhan. Di perjalanan ia bertemu dengan Nuaim bin Abdillah. Nuaim bertanya
“Umar, mau kemana kau?”
“Mau membunuh itu, si murtad, yang memecah belah kaum Quraisy” jawab Umar
“Umar! gak salah?”
“Tidak salah lagi!”
“Salah umar..”
“Salah kenapa!?”
“apa kamu tidak malu, kamu mau pergi membunuh Muhammad, sedangkan adikmu sendiri, Fatimah, dia sudah termasuk pengikut Muhammad”
Mendengar ini, muka Umar yang sudah marah dan merah, tambah jadi kelabu. Bukan main marahnya Umar. Orang lain ia musuhi, orang lain ia kejar kejar, eh ini malah adiknya sendiri yang jadi pengikut Nabi.
Umarpun tidak jadi ke Daarul Arqam, hingga ia berangkat ke rumah adiknya, Fatimah. Di rumah Fatimah, sedang berkumpul, Fatimah, suaminya Sahid bin Zaid dan khabbab yang sedang membaca Qur’an yang masih berupa lembaran suhuf. Dan terdengar oleh Umar.
Umarpun langsung mengetuk pintu, Fatimah dan yang lainnya kebingungan, siapa tamu yang datang ini.
“Siapa di luar?”
“Umar!”
Medengar suara Umar, Khabbab langsung lari kebelakang pintu, sambil komat kamit doa, minta diselamatkan oleh Allah.
Adapun Fatimah langsung menyembunyikan suhuf itu. Umarpun masuk dan berkata
“Fatimah, apa benar berita yang saya dengar?”
“Berita apa?
“Bahwa kau sudah masuk islam”
“Andaikata Muhammad memang benar, bagaimana?”
“Sudahlah jangan berbelit belit, jawab saja kau masuk islam benar atau tidak?”
“Ya!”
Begitu dikatakan ya, tangannya langsung melayang menampar muka adiknya, sehingga mengalir darah dari hidungnya. Suaminya Sa’id bin Zaid yang mencoba melindungi isrtinya, dipegang lehernya dibantik, dan dicekik. Jagoan…!
Fatimah berkata.
“Umar, apakah engkau memukul orang yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah? Apakah engkau menganiaya orang yang terpanggil untuk mengikuti kebenaran? Manusia macam apa engkau Umar?”
Umar memang orang yang keras, tapi hatinya mudah menerima kebenaran, sehingga mendengar adiknya berkata ini, ia tercenung dan duduk. Bengong. Tak mungkin adiknya begitu yakin berani berkata seperti itu dalam keadaan seperti ini.
Umar melihat lembaran suhuf, dan memintanya kepada Fatimah, tapi Fatimah mengambilnya dan menyembunyikannya. Tapi Umar memaksa, hingga akhirnya dikasih juga. Diambillah suhuf itu dan dibaca.
Dan suhuf itu berisi ayat pertama dari surat Thaha yang berlanjut sampai ayat 14. Ia membacanya.
Hingga ia begitu menghayati ayat itu, gemetar tangannya. Ia berpikir “ini bukan main main ini, ini sesuatu yang benar, tidak mungkin manusia yang membuatnya”. Iapun bertanya
“Fatimah, dimana Muhammad?”
“Saya gak mau ngasih tau kalau kamu mau berniat membunuhnya, lebih baik kamu membunuh saya”
“Sama sekali tidak Fatimah, saya tidak akan membunuhnya. Dimana Muhammad?”
“Di Daarul Arqam”
Dengan masih membawa pedangnya, Umar segera bergegas menuju Daarul Arqam. Sesampainya Umar di depan pintu Daarul Arqam ia langsung mengetuk pintu, seorang shahabat mendekati pintu dan mengintip, didapatinya Umar di depan pintu. Iapun melaporkannya terlebih dahulu.
“yang mengetuk pintu Umar, dan dia membawa pedang”
Semua orang yang ada di Daarul Arqam panik. Tapi, kebetulan di Daarul Arqam ada jagoan juga. Ialah pamannya Nabi, Hamzah. Ia yang menjawab.
“Buka saja, kalaupun dia berniat buruk, kita bisa dengan mudah membunuhnya”
Ketika dibuka pintu itu, Hamzah langsung meringkusnya, diangkatnya kerah baju Umar dan didorong ke tembok. Seraya bertanyalah Hamzah.
“Mau apa kau ke sini!?”
Umar belum jawab, tapi Rasulullah meminta Hamzah untuk menurunkannya. Suasana hening, tak ada yang berani berkata kata dan berbuat apapun. Bersyahadatlah Umar. Semuanya bertakbir. ALLAHU AKBAR!
Setelah masuk islam, siapakah yang pertama kali Umar datangi? Benar benar nantang, ialah Abu Jahal, yang pernah menganiaya Nabi ketika beliau sedang berdo’a depan ka’bah. Meskipun ketika itu, Hamzah datang dan balik memukul Abu Jahal, dan Abu jahal tak berani membalasnya. Hahaha.
Umar mengetuk pintu hingga Abu Jahal keluar, berkatalah Umar.
“Apa kau telah mengetahui berita terbaru?”
“Tidak, apa itu Umar?”
“UMAR TELAH MASUK ISLAM!”
Abu Jahal tak berani berbuat apa apa, dia langsung masuk ke dalam rumahnya, lucu sekali, tak berkutik dia di depan Umar. Hahaha.
Setelah itu, Umar mengumpulkan masyarakat Quraisy dan mengumumkan keislamannya kepada seluruh masyarakat Quraisy. Benar benar berani!
Umar yang sebelum masuk Islam begitu membenci islam, dan ketika masuk islam dia sangat membela Islam. Hingga perubahan pesatpun terjadi. Dakwah mulai dilaksanakan secara terang terangan.
Hingga datanglah saatnya beribadah di depan Ka’bah, semuanya kaum Muslim keluar dan menggemakan suara tahlil. Melihat itu, orang Quriasy tercengang dibuatnya, tapi mereka tak berani berbuat apa apa, karena disana ada Hamzah dan Umar, 2 jagoan padang pasing yang paling ditakuti.
Islampun berkembang sangat pesat dengan datangnya Umar. Umar Bin Khattab, Umar Al-Faruq!
Sepertinya artinya udah kepanjangan nih, hehehe. keseruan ngetiknya. Udah dulu ya, semoga kita bisa mencontoh beraninya Umar dan Bijaksananya tentunya.
Masih panjang sebenernya sih, Cuma gimana ya.. ini mau berangkat ke Jakarta juga nih. Harus siap siap.
Semoga bermanfaat..^_^
Terima kasih telah menyimak..
Wassalamu’alaikum….
Comments